$type=grid$count=3$cate=0$rm=0$sn=0$au=0$cm=0 $show=home

Pengelolaan Usaha UMKM agar Tidak Jalan Asal-asalan

BAGIKAN:

Cara mengelola usaha UMKM agar tidak berjalan asal-asalan dengan perencanaan, keuangan, dan operasional terarah.

Pengelolaan Usaha

Pendahuluan

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama perekonomian yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam praktiknya masih banyak UMKM yang dijalankan secara kurang terencana dan cenderung berjalan apa adanya. Usaha dibangun berdasarkan kebutuhan sesaat, mengikuti tren tanpa perhitungan, atau hanya mengandalkan intuisi tanpa strategi yang jelas. Pola pengelolaan seperti ini membuat UMKM rentan menghadapi berbagai masalah, mulai dari ketidakstabilan pendapatan hingga sulit berkembang dalam jangka panjang.

Pengelolaan usaha yang berjalan asal-asalan sering kali ditandai dengan tidak adanya perencanaan yang matang, pencatatan keuangan yang tidak rapi, serta pengambilan keputusan yang reaktif. Dalam kondisi tertentu, usaha memang masih dapat bertahan, namun ketika menghadapi perubahan pasar, persaingan yang ketat, atau krisis tertentu, UMKM dengan pengelolaan yang lemah akan lebih mudah goyah. Padahal, dengan pengelolaan yang terarah dan disiplin, UMKM memiliki peluang besar untuk tumbuh secara stabil dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, pengelolaan usaha UMKM perlu dilakukan secara serius dan terstruktur agar tidak berjalan asal-asalan. Pengelolaan yang baik membantu pelaku usaha memahami arah bisnis, mengelola sumber daya secara efisien, serta mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang. Dengan pendekatan yang tepat, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki daya saing yang kuat.

Pentingnya Perencanaan dalam Pengelolaan Usaha UMKM

Perencanaan merupakan fondasi utama dalam pengelolaan usaha agar tidak berjalan tanpa arah dan hanya mengandalkan kebiasaan. Tanpa perencanaan yang jelas, pelaku UMKM cenderung menjalankan usaha secara reaktif, yaitu hanya merespons masalah ketika sudah muncul, tanpa memiliki gambaran jangka panjang. Kondisi ini membuat usaha mudah goyah ketika menghadapi perubahan pasar atau persaingan yang semakin ketat. Melalui perencanaan, pelaku usaha dapat menentukan tujuan yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk mencapainya. Dengan adanya tujuan dan arah yang jelas, usaha dapat dijalankan secara lebih terkontrol, terukur, dan tidak mudah terombang-ambing oleh situasi yang tidak menentu.

Pentingnya Perencanaan
Gambar 1. Pentingnya Perencanaan dalam Pengelolaan Usaha UMKM

Dalam perencanaan usaha, pelaku UMKM perlu memahami kondisi internal dan eksternal secara menyeluruh agar rencana yang disusun bersifat realistis dan dapat dijalankan. Kondisi internal mencakup kemampuan produksi, ketersediaan modal, kualitas sumber daya manusia, serta keunggulan dan keterbatasan yang dimiliki usaha. Sementara itu, kondisi eksternal meliputi kebutuhan dan perilaku pasar, tingkat persaingan, serta perubahan lingkungan bisnis yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha. Perencanaan juga berfungsi sebagai alat pengendali, karena membantu pelaku UMKM melakukan evaluasi ketika terjadi penyimpangan dari rencana awal. Dengan demikian, usaha tidak dijalankan berdasarkan kebiasaan semata, tetapi berlandaskan tujuan dan strategi yang telah dipikirkan secara matang dan konsisten.

Pengelolaan Keuangan agar Usaha Lebih Terkontrol

Salah satu ciri utama UMKM yang berjalan asal-asalan adalah pengelolaan keuangan yang tidak tertata dan kurang terkontrol. Banyak pelaku usaha mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, tidak melakukan pencatatan transaksi secara rutin, serta tidak mengetahui secara pasti kondisi keuangan usahanya. Akibatnya, pelaku UMKM kesulitan menilai apakah usaha yang dijalankan benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian yang tidak disadari. Kondisi ini juga membuat pelaku usaha sulit mengambil keputusan penting, seperti menambah modal, melakukan efisiensi biaya, atau mengembangkan usaha ke tahap berikutnya.

Pengelolaan Keuangan
Gambar 2. Pengelolaan Keuangan agar Usaha Lebih Terkontrol

Pengelolaan keuangan yang baik dimulai dari pencatatan sederhana namun dilakukan secara konsisten. Setiap pemasukan dan pengeluaran, sekecil apa pun, perlu dicatat agar pelaku usaha memiliki gambaran yang jelas mengenai arus kas usaha. Dengan pencatatan yang rapi, UMKM dapat mengetahui besarnya biaya operasional, menghitung keuntungan secara lebih akurat, serta menentukan harga jual yang sesuai dengan kondisi usaha. Selain itu, pengelolaan keuangan yang tertib membantu pelaku usaha mempersiapkan dana cadangan untuk menghadapi kondisi tidak terduga, seperti penurunan penjualan atau kenaikan biaya produksi. Dengan kebiasaan ini, pengambilan keputusan usaha dapat dilakukan secara lebih rasional dan tidak berdasarkan perkiraan semata.

Menjaga Konsistensi dan Efisiensi Operasional

Menjalankan operasional usaha secara konsisten dan efisien merupakan kunci agar UMKM tidak berjalan tanpa arah. Operasional yang tidak terkelola dengan baik sering ditandai oleh proses kerja yang tidak jelas, pembagian tugas yang tumpang tindih, serta tidak adanya standar dalam menjalankan aktivitas usaha sehari-hari. Kondisi ini membuat pelaku UMKM bekerja secara reaktif, mudah lelah, dan sulit mengukur kinerja usaha. Dengan pengelolaan operasional yang konsisten, setiap aktivitas usaha dapat berjalan lebih teratur, terencana, dan mendukung pencapaian tujuan usaha.

Menjaga Konsistensi
Gambar 3. Menjaga Konsistensi dan Efisiensi Operasional

Pelaku UMKM perlu menetapkan alur kerja yang sederhana namun jelas, mulai dari proses produksi, pelayanan kepada konsumen, hingga distribusi produk atau jasa. Alur kerja yang tertata membantu setiap pihak yang terlibat memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Konsistensi dalam menjalankan alur kerja ini juga berperan penting dalam menjaga kualitas produk atau layanan. Ketika kualitas dapat dipertahankan secara stabil, kepercayaan konsumen akan meningkat dan usaha memiliki reputasi yang lebih baik.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan UMKM untuk menjalankan operasional usaha secara konsisten dan efisien antara lain:

  • Menetapkan alur kerja yang jelas dan mudah dipahami.
  • Membagi tugas sesuai dengan kemampuan dan peran masing-masing.
  • Menjaga konsistensi kualitas produk atau layanan.
  • Mengelola waktu kerja agar lebih teratur dan produktif.
  • Mengatur persediaan bahan atau produk secara rapi dan terkontrol.

Efisiensi operasional tidak selalu menuntut perubahan besar atau investasi yang mahal. Langkah-langkah kecil seperti pengaturan jadwal kerja, pengelolaan persediaan yang lebih rapi, serta pemanfaatan sumber daya secara optimal sudah dapat memberikan dampak yang signifikan. Dengan operasional yang dikelola secara konsisten dan efisien, UMKM tidak lagi berjalan asal-asalan, melainkan memiliki ritme kerja yang jelas, produktif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Pengelolaan usaha UMKM agar tidak berjalan asal-asalan menuntut keseriusan, kedisiplinan, dan komitmen dalam setiap aspek pengelolaan usaha. Perencanaan yang matang, pengelolaan keuangan yang tertib, serta operasional yang dijalankan secara konsisten dan efisien menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Dengan pengelolaan yang terarah, pelaku UMKM tidak hanya mampu mengendalikan aktivitas usaha sehari-hari, tetapi juga lebih siap menghadapi perubahan, persaingan, dan tantangan bisnis. Pada akhirnya, UMKM yang dikelola secara baik memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara stabil, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang positif dalam jangka panjang.


Komentar

Nama

Banking,34,Falsafah,24,Legalitas,24,Manajemen,42,Online,45,Peluang Usaha,53,Wawasan,38,
ltr
item
UMKM Media – Portal Edukasi & Informasi UMKM Indonesia: Pengelolaan Usaha UMKM agar Tidak Jalan Asal-asalan
Pengelolaan Usaha UMKM agar Tidak Jalan Asal-asalan
Cara mengelola usaha UMKM agar tidak berjalan asal-asalan dengan perencanaan, keuangan, dan operasional terarah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwS2w8rsGdB0pYsWasfWZzv2LHvEmC9GWmyf5JYIENGn8z63Gk-PLQXGoh3CcKYwZcGNjUoESdbn0p18wXIF2-UUVglZFWg1-ZmuVnGVOB4Uk_kJCK1fw7pPgYaQ9Cp4926_8FA9Y-Wo_h2-Akts0ArjgQK-xgQPuR3yDL7zfznCc3O2isj0vkahStAwTe/s1600/pengelolaan_usaha.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwS2w8rsGdB0pYsWasfWZzv2LHvEmC9GWmyf5JYIENGn8z63Gk-PLQXGoh3CcKYwZcGNjUoESdbn0p18wXIF2-UUVglZFWg1-ZmuVnGVOB4Uk_kJCK1fw7pPgYaQ9Cp4926_8FA9Y-Wo_h2-Akts0ArjgQK-xgQPuR3yDL7zfznCc3O2isj0vkahStAwTe/s72-c/pengelolaan_usaha.jpg
UMKM Media – Portal Edukasi & Informasi UMKM Indonesia
https://www.umkm.biz.id/2026/02/pengelolaan-usaha-umkm-agar-tidak-jalan-asal-asalan.html
https://www.umkm.biz.id/
https://www.umkm.biz.id/
https://www.umkm.biz.id/2026/02/pengelolaan-usaha-umkm-agar-tidak-jalan-asal-asalan.html
true
6097531303048714164
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi